Tagihan Listrik Bulan ini Kisaran Berapa?

Tagihan Listrik Bulan ini Kisaran Berapa?

Tagihan  Listrik  Bulan  ini  – Kita sering sekali membayar listrik menggunakan online banking, kantor pos atau loket-loket penyedia pembayaran listrik terdekat. Sebenarnya, Ayah dan Bunda tahu tidak sih bagaimana cara perhitungan  listrik yang dipakai di rumah untuk dibayar setiap bulannya?

Nah artikel ini akan membagikan info kepada Ayah dan Bunda bagaimana cara menghitung tagihan listrik setiap bulan khususnya untuk menghitung tagihan listrik bulan ini.

Advertisements

Jadi, Ayah dan Bunda sudah bisa mempersiapkannya dari sekarang agar pada saat gajian bisa langsung bayar tagihan listriknya.

Sebelum Ayah dan Bunda menghitung tagihan listrik bulan ini jangan lupa Ayah dan Bunda menyiapkan tagihan listrik bulan-bulan sebelumnya.

Kenapa harus ada struk bulan-bulan sebelumnya? Karena patokkan perhitungan pemakaian listrik dapat dilihat dari informasi angka yang berada di struk tagihan. Jika sudah memiliki bukti struk-struk bulan sebelumnya ikuti cara ini yuk untuk menghitungnya:

Tagihan Listrik Bulan ini Kisaran Berapa?

Tagihan Listrik Bulan ini Kisaran Berapa?

  1. Langkah pertama kita mengetahui harga per KWH dari biaya tagihan, caranya dengan melihat tagihan bulan lalu dibagi dengan membagi berapa daya kWh yang dipakai selama bulan lalu, misalnya tagihan bulan lalu Rp 210.000,- dengan total pemakaian 270 kWh. Maka perhitungannya:

= Rp 210.000,- / 270 kWh

Advertisements

= Rp 777,7,- per kWh

  1. Langkah selanjutnya Ayah dan Bunda bisa mengakumulasikan pemakaian daya beberapa bulan dengan menghitung struk-struk tagihan bulan-bulan sebelumnya. Misalnya, 712 kWh selama pemakaian 3 bulan. Dapat dihitung rata-ratanya :

= 712 kWh / 3 bulan

= 237, 3 kWh per bulan

  1. Setelah Ayah dan Bunda mendapatkan kedua informasi tersebut, Ayah dan Bunda dapat mengasumsikan tagihan pembayaran listrik yang dipakai selama satu bulan ini dengan cara sebagai berikut misalnya dengan kedua contoh di atas:

= Harga per kWh x Akumulasi pemakaian daya per bulan

= Rp 777,7,- x 237,3 kWh

= Rp 184.548,21,-

Nah, kira-kira Rp 184.548,21,- perkiraan tagihannya nih Ayah dan Bunda.

Sekarang sudah tahu kan cara perhitungannya Ayah dan Bunda? Bagaimana Ayah dan Bunda apakah merasa terlalu boros dalam setiap pemakaian listrik?

Ayah dan Bunda juga bisa menghindari pemakaian listrik yang berlebihan dengan cara mencabut listrik yang tidak digunakan, paling yang biasa ditemukan dalam keadaan menyala itu lampu kamar mandi, pemakaian TV, pengecasan HP, pengecasan laptop dan sebagainya.

Selain itu, bisa diminimalisir juga nih Ayah dan Bunda dengan cara penggunaan stabilizer agar pada saat pertama kali menyalakan meteran pada listrik tidak berputar kencang yang dapat memboroskan pembayaran listrik.

Sekian informasi pada kali ini, semoga artikel ini  dapat membantu Ayah dan Bunda untuk menghitung tagihan listrik bulan ini serta dapat digunakan Ayah dan bunda untuk menghitung tagihan listrik bulan-bulan berikutnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *