Pelanggan Listrik PLN 110 Volt Lebih Boros Dari 220 Volt Karena??

Pelanggan Listrik PLN 110 Volt Lebih Boros Dari 220 Volt Karena??

Pelanggan Listrik PLN 110 Volt Lebih Boros Dari 220 Volt Karena?? – Banyak yang bertanya mengenai permasalahan pelanggan listrik PLN 110 volt terbilang lebih boros ketimbang dengan 220 volt. Hal ini memang menjadi sebuah pertanyaan karena sistem tegangan yang kini dipilih untuk diterapkan oleh PLN adalah sistem 220 volt.

Memang dahulu PLN pernah menerapkan sistem 110 volt, namun itu sudah lama sekitar tahun 70-an dan berangsur-angsur diubah menjadi sistem tegangan 220 volt. Mengapa hal tersebut dilakukan? Untuk menjawabnya maka kami akan mengulasnya dalam artikel ini.

Advertisements

Pemilihan Sistem Tegangan 220 Volt

Penerapan akan sistem tegangan listrik di dunia memang tidaklah diatur secara baku. Dengan begitu tiap-tiap negara bisa mengaturnya sendiri sesuai dengan kebutuhan para warganya. Sistem tegangan akan lebih dominan berperan pada ketersediaan barang peralatan listrik yang ada di pasaran.

Ketersediaan barang di pasaran pastinya akan berbeda-beda mengingat sekarang produk elektronik dari luar negeri bebas masuk sehingga banyak kita temui di pasar Indonesia.

Pelanggan Listrik PLN 110 Volt Lebih Boros Dari 220 Volt Karena??

Jika dilihat dari perhitungan daya listrik yang digunakan, maka pemakaian sistem tegangan 220 volt lebih boros ketimbang sistem tegangan 110 volt. Seperti yang kita tahu mengenai sistem perhitungan daya listrik adalah P =  V x I atau Daya Listrik = Voltage x Arus.

Advertisements

Jadi perhitungannya akan membuat sistem listrik 110 volt lebih menghemat biaya daripada sistem 220 volt. Namun semua itu sebenarnya adalah persepsi yang keliru. Perhitungan tersebut memanglah benar, namun kekeliruan yang ada adalah tidak menghitung mengenai penghantar tenaga yang digunakan.

Hal inilah yang menyebabkan pelanggan listrik PLN 110 volt lebih boros ketimbang pelanggan dengan pemakaian 220 volt.

Keuntungan Menggunakan Sistem Tegangan Yang Lebih Besar

Untuk lebih jelas mengenai sistem tegangan 220 volt, maka berikut  keunggulan dari pemakaian sistem tegangan yang lebih tinggi ini:

  • Perhitungan untuk sistem tegangan 220 volt adalah P = V x I. Dengan penggunaan tegangan yang lebih besar, maka arus yang diperlukan akan menjadi lebih kecil. Dengan arus yang lebih kecil inilah losses jaringan menjadi lebih kecil pula. P (losses jaringan) = I (arus)2 x R (tahanan penghantar). Hal ini bisa disimpulkan bahwa tegangan yang semakin tinggi, maka penghantar dengan ukuran sama akan mengalirkan daya yang lebih tinggi karena losses jaringan yang lebih rendah.
  • Seperti yang diketahui dari poin sebelumnya, dengan menggunakan tegangan yang lebih tinggi yaitu 220 volt, maka ukuran dari penghantar yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar.

Jadi kesimpulannya dari pernyataan mengenai pelanggan listrik PLN 110 volt terbilang lebih boros ketimbang pelanggan listrik 220 volt adalah mengenai masalah penghantar listrik yang digunakan.

Dengan lebih rendahnya penghantar arus listrik yang digunakan, maka hemat akan daya listrik bisa lebih dirasakan karena sedikitnya losses daya akibat dari rendahnya penghantar yang digunakan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *