Cara Menghitung Tagihan Listrik Industri 

Cara Menghitung Tagihan Listrik Industri

Cara Menghitung Tagihan Listrik Industri  – Sudah menjadi rahasia umum jika listrik memang sangat vital perannya dalam menjalankan roda ekonomi suatu industri. Dalam fungsinya, listrik jelas memiliki peran yang sangat vital.

Bahkan terbilang mustahil bagi suatu industri untuk tidak bergantung kepada listrik. Biaya pengeluaran listrik pun akhirnya harus dibayarkan setiap bulannya. Terkadang, biaya ini membengkak dan menjadi beban bagi industri tersebut.

Advertisements

Maka dari itu, banyak cara diambil oleh beberapa pengusaha, salah satu caranya adalah dengan menghitung tagihan listrik industri 2018

Tagihan Industri Berbeda Dengan Tagihan Rumah Tangga

Jika kita memiliki sebuah industri, menghitung sendiri total biaya listrik yang harus kita bayarkan adalah salah satu cara untuk menghemat dan mengatur pengeluaran usaha kita.

Bagi kalian yang sudah sangat mengenal tentang tarif listrik, kalian pasti sudah paham dengan cara menghitung tarif listrik untuk rumah tangga.

Namun, untuk sebuah industri perhitungannya pun berbeda. Hal ini terjadi karena tarif dasar listrik rumah tangga berbeda dengan industri.

Nah, dalam artikel ini, kita akan coba membahas tentang menghitung tagihan listrik industri  dengan sesingkat dan sesederhana mungkin. Berikut adalah cara yang bisa kalian ikuti:

Cara Menghitung Tagihan Listrik Industri

Cara Menghitung Tagihan Listrik Industri

Advertisements
  • Contoh Perhitungan

Langkah awal dalam menghitung biaya listrik kita sendiri adalah dengan cara mendata terlebih dahulu peralatan produksi beserta total kebutuhan daya yang ada di pabrik kita.

Untuk memudahkan pembahasan, kita akan mengambil contoh. Anggap saja sebuah industri menggunakan listrik 3 phase dengan rincian 380 Volt / 220 Volt dengan total kebutuhan daya 200 KW. Angka tersebut sudah merinci dari mesin-mesin produksi hingga lampu mercury yang ada di pabrik.

Karena total kebutuhan daya sebesar 200 KW, maka bisa disimpulkan bahwa daya yang terpasang di industri tersebut adalah golongan tarif l3/TM alias daya di atas 200 KVA.

  • Mulai Menghitung Estimasi Awal

Kemudian, hitunglah berapa lama mesin-mesin tersebut menyala. Sebuah industri biasanya menyala selam 12 jam.  Beban puncak pemakaian biasnya selama 3 jam. Jadi, selama satu bulan, industri tersebut memiliki total beban puncak 90 jam (3 jam x 30 hari).

Sisanya adalah waktu di luar beban puncak yaitu 270 jam per bulan. Maka dengan kata lain, industri ini memiliki perbandingan 1;4 dalam segi waktu beban puncak.

  • Perhitungan Sederhana

Perhitungan listrik industri sangatlah rumit untuk dijelaskan ke orang awam. Sebagai contoh jika menggunakan listrik 3 phase ratio 500/5, maka faktor perkaliannya adalah 500 ; 5 = 100. Ini berarti setiap 500 ampere daya yang terukur, maka CT akan mengirimkan arus sebesar 5 Amper ke meteran kwh.

Jadi, jika kwh awal sebesar 00000 dan kwh akhir 00540 maka total pemakaian nya adalah 54.000 kwh/bulan dengan perhitungan (kwh akhir-kwh awal x faktor perkalian CT). Setelah itu kita bisa mengalikannya dengan hitungan per kwh di golongan industri yang ada.

Setelah itu, jumlahkan dengan biaya Pajak Penerangan Jalan (PPJ) 3% dan biaya materai Rp. 6000. Berikut adalah cara menghitung tagihan listrik industri.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *