Bagaimana Cara Menghitung Kwh Listrik PLN Untuk Industri

Menghitung Kwh Listrik PLN Untuk Industri – Menghitung sendiri biaya pengeluaran listrik bagi rumah tangga dan industri adalah hal yang cukup rumit. Namun, mengetahui biaya listrik dengan cara menghitungnya sendiri sangatlah bermanfaat untuk kita.

Dengan ini kita dapat mengelola pengeluaran dengan baik. Hal ini bisa di contoh untuk para pelanggan listrik  khususnya untuk sebuah industri.

Advertisements

Maka dari itu, menghitung kwh listrik PLN untuk industri adalah hal yang cukup penting dalam pendataan dan perencanaan sebuah industri.

Manfaat Menghitung Sendiri Biaya Listrik

Di atas sudah dijelaskan tentang pentingnya menghitung biaya listrik yang akan kita keluarkan. Selain berguna dalam segi pengelolaan, nantinya data perhitungan ini juga dapat digunakan untuk merencanakan bisnis dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan mengetahui pengeluaran biaya listrik sejak awal, sebuah industri diharapkan dapat menekan angka pengeluaran yang tidak terlalu penting setiap bulannya.

Bagaimana Cara Menghitung Kwh Listrik PLN Untuk Industri

Akan tetapi perhitungan biaya listrik untuk industri memang cukup rumit untuk dipahami. Namun, jika kita dapat mengonversikan volt ke kwh, maka perhitungan listrik sendiri akan jauh lebih mudah untuk dipahami.

Berikut adalah cara menghitung kwh listrik PLN untuk industri dengan penjelasan yang cukup sederhana.

  • Pendataan Total Kebutuhan Daya dan Rincian Awal

Langkah awal dalam menghitung biaya listrik industri adalah dengan cara mendata terlebih dahulu peralatan produksi beserta total kebutuhan daya yang ada di pabrik kita.

Rincilah dari mesin-mesin produksi seperti heater, elektro motor, blower hingga lampu-lampu yang ada di pabrik. Lalu lihatlah golongan tarif listrik industri tersebut. Contohnya, golongan tarif l3/TM dapat menampung alias daya di atas 200 KVA.

Advertisements

Sebagai contoh, sebuah industri menggunakan listrik 3 phase dengan rincian 380 Volt / 220 Volt dengan total kebutuhan daya 200 KW dan CT 500/5. Karena total kebutuhan daya sebesar 200 KW, maka industri tersebut menggunakan golongan tarif l3/TM.

  • Waktu Pemakaian Daya Listrik

Kebanyakan industri beroperasi selama 12 jam per hari. Biasanya dimulai dari pukul 08.00 sampai 16.00. Setiap industri juga memiliki Waktu Beban Puncak (WBP) atau istilah yang digunakan untuk menandai waktu di mana mesin-mesin dioperasikan dengan penuh.

Waktu Beban Puncak (WBP) biasanya adalah 3 jam selama sehari, berarti dapat diartikan 90 jam dalam sebulan (3 jam x 30 hari).

Sisa waktu tersebut disebut Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) yaitu selama 9 jam per hari atau 270 Jam per bulan. Maka perbandingan WBP dan LWBP adalah 1;4.

  • Perhitungan Kwh Meter

Untuk mengetahui kwh meter, kita harus berpedoman dengan CT pada listrik 3 phase yang dipasang di industri tersebut. Seperti yang disebutkan di atas, kita mengambil contoh sebuah industri yang menggunakan CT 500/5 atau 500 ; 5 = 100.

Bagaimana Cara Menghitung Kwh Listrik PLN Untuk Industri

Ini berarti setiap 500 Ampere daya yang terbaca oleh CT akan mengirimkan arus sebesar 5 Ampere ke kwh meter. Maka jika di kwh meter tertulis 00540, maka tinggal dikurangi kwh meter awal (anggap saja 00000). Jadi 00540 – 00000 = 540.

Kemudian kalikanlah 100 menjadi totalnya 54.000 kwh/bulan. Jumlah ini tinggal dikalikan dengan nominal tarif per kwh di golongan tersebut berdasarkan WBP dan LWBP. Itulah cara mengetahui kwh listrik PLN untuk industri.

Bagikan

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *